BHAKTI IBRAHIM

SUKA CERITA – SUKA MENDENGAR

RUMUS TANGGUNG RADITYA DIKA
Cerita

RUMUS TANGGUNG RADITYA DIKA

Salah satu hal yang pasti akan lo alami ketika masa-masa skripsi adalah rasa jenuh dan gak tahu mau ngerjain apa. Persis seperti yang gue alami saat itu. Saat itu lagi zaman-zamannya Raditya Dika bikin Vlog tentang proses pembuatan filmnya. Mulai dari film Koala Kumal, Hangout, sampai The Guys, gue mengikuti semua Vlognya. Padahal kayaknya gak terlalu penting. Isi kegiatan dia di vlognya kadang cuma gitu-gitu doang. Gue heran, kok bisa-bisanya gue nontonin vlog yang isinya gak penting-penting amat?

‘Gimana sih, kan nanggung, udah Grand Final. Tinggal satu langkah lagi. Dari ribuan orang di Indonesia, hanya Kamu, Wawan dan Aci yang terpilih. Jadi kamu harus ngasih yang terbaik dong.’ kata bang Radit sambil tertawa, dalam vlognya bersama Arafah yang malah sibuk shooting film CTS (Cek Toko Sebelah) daripada latihan untuk penampilan di final Stand Up Comedy Academy Indosiar (SUCA).

Saat itu, Raditya Dika sedang menjadi juri di SUCA, sebuah kompetisi Stand Up Comedy. Salah satu pesertanya yang unik dan beda adalah Arafah, cewek berkerudung, masih kuliah, rumah di Depok, dan katanya dia adalah penjaga rental PS. Selain itu ada juga peserta lainnya yang unik, cewek tomboy dan anak betawi banget. Kedua peserta ini masuk final di kompetisi tersebut (SUCA Indosiar). Dalam perjalanan menuju final kompetisi tersebut, bang Raditya Dika sempat nge-Vlog bareng mereka berdua.

Di video lainnya, kali ini bersama Aci, bang Radit baru aja beliin Aci motor, sesuai janjinya kalau Aci masuk final. Setelah beli motor untuk Aci, mereka makan ke suatu tempat, dan disana terjadi percakapan seru didalamnya.

‘Kemarin terakhir, di combud-in keroyokan nih, sama bang Rigen, Ardit, sama Jegel.’ kata Aci saat ditanya persiapan untuk penampilannya di final SUCA. Combud adalah singkatan dari comedy buddy, semacam konsultasi komedi gitu deh dalam penulisan materi standupnya.

‘Waaaah waaaah, itu sih kelas berat semuanya tuh.’ Bang Radit menanggapi Aci. Iyalah kelas berat, secara Rigen si Juara 1 SUCI 5, Ardit si Juara 2 SUCI 6, dan Indra Jegel si Juara 1 SUCI 6). ‘Tapiii, kamu bakal combud lagi dong buat final dong?’ lanjut bang Radit.

‘Iyaaaa, haruuuus. Harus dooong! Gak boleh ngecewain. Harus juara satu. NANGGUNG…NANGGUNG!’ kata Aci menjawab dengan semangat.

‘Ingat gak apa yang aku bilang di panggung waktu itu? Pas 4 besar?’ tanya bang Radit.

‘SELANGKAH LAGI!’ jawab Aci semangat.

‘Untuk?’ tanya bang Radit.

‘3 besar!’ lagi-lagi Aci semangat menjawabnya.

‘Trus waktu 3 besar aku bilang apa?’ tanya bang Radit mengetes ingatan Aci.

‘SELANGKAH LAGI!’ jawab Aci.

‘Untuk?’ bang Radit bertanya hal yang sama.

‘JUARAAAA!! Hahaha.’ Aci menjawab dengan wajah girang.

‘Hahaha. Jadi kita kalo mikir satu per satu aja, kalau kamu langsung mikir JUARA, bebannya gede banget pasti.’ bang Radit menutup pertanyaannya dengan sebuah nasehat terselubung.

‘Oiya ya benar…’ jawab Aci yang baru menyadarinya.

‘Jadi satu satu aja, tiap hari…tiap hari…tiap hari…gak taunya, sukseees aja.’ lanjut bang Radit.

‘Iya bang.’ Aci menjawab kemudian melanjutkan makannya.

Siapa sangka, vlog yang gak penting, vlog yang secara gak sengaja gue tonton, dari seorang komedian, bersama 2 anak muda, Arafah dan Aci saat mereka sampai di 3 besar, Grand Final SUCA 2 Indosiar, ternyata berbuah pesan penting untuk skripsi gue? Sebagai juri dan guru, secara tidak langsung bang Radit memberi semangat kepada kedua peserta ini saat pertemuan tersebut. Yang selalu ditekankan sama bang Radit adalah sebuah kata, tanggung.

Disaat gue lagi malas-malasnya ngerjain skripsi dan lagi berhenti ngerjain. Gue dengan sadar nonton video tersebut. Gue ulang-ulang terus bagian penting itu, dan gue tanam kedalam mindset gue untuk lulus. Malam itu, gue bangkit. Mengunci kamar dan mengevaluasi semua yang terjadi dengan Skripsi gue.

“Selangkah lagi. Selangkah lagi. Selangkah lagi. Jadi kita kalau mikir satu per satu aja. Kalau mikir (langsung) JUARA, bebannya gede banget pasti. Jadi satu satu saja. Setiap hari. Setiap hari. Setiap hari. Gak taunya udah sukseeees aja.” – Raditya Dika, 2016.

“Sekarang itu udah NANGGUNG, kuliah udah lama, capek. Udah dapet judul, udah dapet pembimbing, TANGGUNG! Tinggal selangkah lagi. Satu hari selesai satu bagian (urusan). Satu hari berikutnya selesai satu bagian lainnya. Gak taunya besok udah daftar sidang aja. Tahu-tahu besok sidang, tahu-tahu besok wisuda. Tangguuuung! Selesaikan laaah!” – Bhakti Ibrahim, 2017.

Video itu dipublish tanggal 8 September 2016, gue langsung mengejar TA gue biar bisa sidang di bulan Oktober 2016 (deadline daftar sidang di minggu ke-4 September 2016). Semua sudah selesai, tapi karena data yang gue tampilkan ini kurang detail dan kurang kuat untuk diteliti, gue harus mengolah datanya lagi. Akhirnya, tanggal 16 November 2016, GUE SIDANG! Kalau dihitung-hitung, cuma 2 bulan fokus, gue bisa kok selesai. Lo pasti juga bisa!

Terimakasih banyak bang Raditya Dika. Nasehat lo yang tersirat itu, membuat gue bangkit dan lulus, bang! Terimakasih juga sudah menjadi salah satu inspirasi gue menulis buku ini. Videonya juga bisa lo lihat di channel Youtube Raditya Dika ya, tinggal SWIPE UP ya guys! Hehe dikira ig story kali ah! Enggak deeeng! Nih linknya! Vlog bareng Arafah (bit.ly/RTRD-arafah) dan Vlog bareng Aci (bit.ly/RTRD-aci).

Penerapannya untuk skripsi, kita bisa membaginya menjadi bagian-bagian kecil. Misalnya seperti per BAB. Kalau gue lebih suka membaginya per kategori. Kategori riset seperti mencari dan membaca referensi. Kategori buku seperti menulis dari awal sampai akhir. Kategori editing, mengedit buku awal sampai akhir. Kategori data seperti pengambilan data, pengolahan data, dan lainnya. Kategori administrasi seperti melengkapi syarat sidang dan sebagainya. Kategori bimbingan seperti ketemu dosen, teman, atau orang lain tentang skripsi kita. Dan beberapa kategori lainnya. Lo bisa membaginya menjadi beberapa bagian kecil, yang akan mempermudah lo mengerjakannya.

Selamat mencoba RUMUS TANGGUNG RADITYA DIKA. Mampir ke Podcast KAPAN LULUS yuk?

- September 1, 2019

No Comment

Please Post Your Comments & Reviews

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *